Me n My Life

I am a simple woman, but I have the perfect family that gives me strength to live this life

Kamis, Maret 15, 2012


MASKER TRADISIONAL YANG MERAWAT KECANTIKAN KULIT ANDA ^_^

Meski banyak masker siap pakai yang kini ditawarkan di pasaran, sesungguhnya Anda dapat membuat masker sendiri dengan mudah. Selain murah, berkhasiat, bahan alami yang dipakai juga tidak memiliki efek berbahaya bagi kulit. 
Berikut beberapa jenis masker yang bisa Anda buat sendiri juga dapat diaplikasikan di semua jenis kulit.
1.  Masker putih telur
Campurkan dua sendok makan putih telur dengan dua sendok makan yoghurt tanpa rasa. Aduk hingga merata, lalu oleskan ke kutit wajah Anda. Setelah lima menit, basuh wajah dengan handuk yang telah direndam di air hangat.
Manfaat masker ini adalah untuk menambah kelembapan serta kehalusan kulit wajah.

2. Masker oatmeal
Campurkan satu sendok makan oatmeal dengan satu sendok yoghurt tanpa rasa. Aduk hingga merata. Setelah itu teteskan dua hingga tiga tetes madu. Lalu campurkan kembali hingga merata. Oleskan masker tadi pada wajah Anda dan diamkan selama 10 menit. Setelah itu basuhlah dengan handuk yang telah direndam dengan air hangat.
Selain melembapkan dan menghaluskan kulit, masker ini juga berfungsi untuk mengganti sel-sel kulit yang mati dengan sel yang baru, sehingga kulit Anda akan tampak bercahaya.

3.  Masker gula
Masker gula ini termasuk yang paling sederhana, karena hanya membutuhkan dua sendok makan gula serta tiga sendok makan air hangat. Campurkan kedua bahan hingga merata, lalu gosok masker pada kulit wajah, hingga kadar airnya habis. Setelah itu basuh wajah dengan handuk yang telah direndam di air hangat.
Layaknya scrub, masker alami ini dapat membantu mengangkat sel kulit mati pada kulit wajah, serta membantu kulit mengalami pengelupasan yang lebih alami dan aman. Selain itu, masker ini juga mampu membersihkan kulit hingga ke dalam pori-pori.

Selamat  mencoba para wanita Indonesia, semoga bermanfaat ^_^

DEMAM  K-POP

K-pop kepanjangan dari Korean Pop ("Musik Pop Korea") adalah jenis musik populer yang berasal dari Korea Selatan. Banyak artis dan kelompok musik pop Korea sudah menembus batas dalam negeri dan populer di mancanegara. Kegandrungan akan musik K-Pop merupakan bagian yang tak terpisahkan daripada Demam Korea (Korean Wave) di berbagai negara. Karena warna musik korea yang khas dan dipadu oleh koreografer dari gerakan dance yang energik.

Sejarah Musik K-POP
Musik pop Korea pra-moderen pertama kali muncul pada tahun 1930-an akibat masuknya musik pop Jepang yang juga turut memengaruhi unsur-unsur awal musik pop di Korea. Penjajahan Jepang atas Korea juga membuat genre musik Korea tidak bisa berkembang dan hanya mengikuti perkembangan budaya pop Jepang pada saat itu. Pada tahun 1950-an dan 1960-an, pengaruh musik pop barat mulai masuk dengan banyaknya pertunjukkan musik yang diadakan oleh pangkalan militer Amerika Serikat di Korea Selatan. Musik Pop Korea awalnya terbagi menjadi genre yang berbeda-beda, pertama adalah genre "oldies" yang dipengaruhi musik barat dan populer di era 60-an. Pada tahun 1970-an, musik rock diperkenalkan dengan pionirnya adalah Cho Yong-pil. Genre lain yang cukup digemari adalah musik Trot yang dipengaruhi gaya musik enka dari Jepang.
Debut penampilan kelompok Seo Taiji and Boys di tahun 1992 menandakan awal mula musik pop moderen di Korea yang memberi warna baru dengan aliran musik rap, rock, techno Amerika. Suksesnya grup Seo Taiji and Boys diikuti grup musik lain seperti Panic, dan Deux. Tren musik ini turut melahirkan banyak grup musik dan musisi berkualitas lain hingga sekarang. Musik pop dekade 90-an cenderung beraliran dance dan hip hop. Pasar utamanya adalah remaja sehingga dekade ini muncul banyak grup “teen idol” yang sangat digilai seperti CLON, H.O.T, Sechs Kies, S.E.S, dan g.o.d. Kebanyakan dari kelompok musik ini sudah bubar dan anggotanya bersolo-karier.
Pada tahun 2000-an pendatang-pendatang baru berbakat mulai bermunculan. Aliran musik R&B serta Hip-Hop yang berkiblat ke Amerika mencetak artis-artis semacam MC Mong, 1TYM, Rain, Big Bang yang cukup sukses di Korea dan luar negeri. Beberapa artis underground seperti Drunken Tiger, Tasha (Yoon Mi-rae) juga memopulerkan warna musik kulit hitam tersebut. Musik rock masih tetap digemari di Korea ditambah dengan kembalinya Seo Taiji yang bersolo karier menjadi musisi rock serta Yoon Do Hyun Band yang sering menyanyikan lagu-lagu tentang nasionalisme dan kecintaan terhadap negara. Musik techno memberi nuansa moderen yang tidak hanya disukai di Korea saja, penyanyi Lee Jung-hyun dan Kim Hyun-joong bahkan mendapat pengakuan di Cina dan Jepang. Musik balada masih tetap memiliki pendengar yang paling banyak di Korea. Musik balada Korea umumnya dikenal dengan lirik sedih tentang percintaan, seperti yang dibawakan oleh Baek Ji Young, KCM, SG Wannabe, dan sebagainya. Musik balada umumnya digemari karena sering dijadikan soundtrack drama-drama televisi terkenal seperti Winter Sonata, Sorry I Love You, Stairway to Heaven dan sebagainya.
Berbagai artis Korea menangguk kesuksesan di dunia internasional seperti BoA yang menembus Jepang dan digemari di banyak negara. Kemudian artis-artis lain seperti Rain, Se7en, Shinhwa, Ryu Shi-won, dan sebagainya berlomba-lomba untuk menaklukkan pasar musik di Jepang. Rain tercatat sebagai artis Asia pertama yang mengadakan konser internasional bertajuk RAINY DAY 2005 Tour, di Madison Square Garden.
Hallyu atau Korean Wave ("Gelombang Korea") adalah istilah yang diberikan untuk tersebarnya budaya pop Korea secara global di berbagai negara di dunia. Umumnya Hallyu memicu banyak orang-orang di negara tersebut untuk mempelajari Bahasa Korea dan kebudayaan Korea.
Kegemaran akan budaya pop Korea dimulai di Republik Rakyat Cina dan Asia Tenggara mulai akhir 1990-an. Istilah Hanliu (韓流, Bahasa Korea:한류;Hallyu) diadopsi oleh media Cina setelah album musik pop Korea, HOT, dirilis di Cina. Serial drama TV Korea mulai diputar di Cina dan menyebar ke negara-negara lain seperti Hongkong, Vietnam, Thailand, Indonesia, Filipina, Jepang, Amerika Serikat, Amerika Latin dan Timur Tengah. Pada saat ini, Hallyu diikuti dengan banyaknya perhatian akan produk Korea Selatan, seperti masakan, barang elektronik, musik dan film. Fenomena ini turut mempromosikan Bahasa Korea dan budaya Korea ke berbagai negara.  
Drama Korea merupakan penyebab dari mulainya Hallyu di berbagai negara. Warga Korea Selatan suka menonton drama dan film dan mendengar musik. Perusahaan TV Korea mengeluarkan biaya besar untuk memproduksi drama dan beberapa diantaranya yang mencetak kesuksesan, diekspor ke luar negeri. Drama televisi yang memicu Hallyu antara lain, Winter Sonata, Dae Jang Geum, Stairway to Heaven, Beautiful Days, Hotelier, Full house dan Best Before Flower.  
Film Korea, bersama drama TV dan musik pop, merupakan produk utama Hallyu yang dinikmati tidak hanya di dalam negeri, namun juga di berbagai negara. Pada awalnya, film Hongkong mendominasi bioskop di Asia, namun dengan kehadiran Hallyu, mulai tersaingi oleh film Korea. Film produksi Korea Selatan dikenal karena alur ceritanya yang kuat dan genre yang bervariasi sehingga menarik banyak penonton.

 

Pengaruh Hallyu atau Korean Wave ("Gelombang Korea")  di Indonesia

Seiring dengan drama Korea yang semakin diterima publik Indonesia, muncul pula kegemaran akan grup musik pria (boyband) seperti grup musik dari SM Entertainment, seperti TVXQ, Super Junior dan Girls Generation. Penyanyi Rain mulai dikenal lewat serial drama Full House yang ditayangkan di stasiun televisi Indonesia. Sejak itu, penggemar K-pop dan drama Korea mulai umum dijumpai di Indonesia dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak, remaja, bahkan dari kalangan orang tua.
Populernya drama Korea di stasiun televisi Indonesia terjadi setelah drama negara Asia lain seperti Taiwan dan Jepang diputar. Berbagai stasiun televisi Indonesia mulai menayangkan drama produksi Korea Selatan setelah RCTI yang mempelopori pemutaran drama Endless Love (Autumn in My Heart). Para sineas drama di Korea mulai menyadari daya jual drama Korea sangat tinggi di negara-negara tetangganya sehingga produksi serial mereka menjadi komoditas ekspor. Puncaknya terjadi saat serial Winter Sonata diputar di Jepang, Cina, Taiwan dan Asia Tenggara. Sejak saat itu istilah "Hallyu" atau "demam Korea" muncul.  
Dari tahun 2002-2005 drama-drama Korea yang populer di Asia termasuk Indonesia antara lain Endless Love, Winter Sonata, Love Story from Harvard, Glass Shoes, Stairway to Heaven, All In, Hotelier, Memories in Bali, dan Sorry I Love You yang merupakan serial drama melankolis. Drama komedi romantis muncul berikutnya, antara lain Full House, Sassy Girl Chun Hyang, Lovers in Paris, Princess Hours, My name is Kim Sam-soon, My Girl, Hello Miss!, dan Coffee Prince. Genre drama berlatar belakang sejarah ikut mencetak rating tinggi, antara lain drama Dae Jang Geum, Queen Seon Deok, Hwang Jini, hingga Jumong. Tahun 2008-2009, drama Korea yang banyak mendapatkan perhatian adalah Boys Before Flowers (BBF) yang menjadi aktor utamanya adalah Li Min Ho. Aktor Korea Li Min Ho yang membuat drama Korea BBF ini semakin banyak memperoleh perhatian dari masyarakat khususnya masyarakat Indonesia dengan kualitas acting dan pesona Li Min Ho yang dapat membius dan memikat masyarakat. Good Job oppa ^_^
Karena Penggemar K-pop dan drama Korea yang mulai banyak dijumpai di berbagai Negara khusunya di Indonesia, banyak pula terciptanya komunitas-komunitas pencinta budaya Korea dan khususnya komunitas K-POP dari berbagai fansbase antara lain ELF (Super Junior), Sone (SNSD), Cassiopeia (DBSK), Shawol (Shine) dan masih banyak lagi. Komunitas K-POP ini sering melakukan berbagai kegiatan positif antara lain kegiatan gathering-gathering dari berbagai fansbase maupun hanya dari satu fansbase saja. Kegiatan gathering ini bertujuan untuk menambah dan mengumpulkan komunitas K-POP serta wadah untuk saling mengenal dan sharing antara sesama pecinta K-POP. Di dalam gathering komunitas K-Pop ini juga sering diadakan perlombaan dance cover dari masing – masing fansbase yang dapat memicu dan meningkatkan kreatifitas anak-anak di bidang seni. Selain itu komunitas K-POP juga sering melakukan kegiatan baksos.
Dari artikel ini dapat diambil kesimpulan bahwa kita boleh saja memiliki hobi untuk senang terhadap budaya Korea khususnya K-POP namun tetap saja kita harus lebih mencintai dan menggemari kebudayaan Negara kita sendiri. Khususnya Negara Indonesia yang memiliki keaneka ragaman budaya, adat, suku, bahasa yang unik dank khas.  Kita sebagai generasi muda bangsa Indonesia harus bisa mengembangkan, melestarikan, memperkenalkan kebudayaan bangsa Indonesia ini ke seluruh Negara- Negara di dunia, tidak boleh kalah dengan budaya korea yang saat ini sedang digemari oleh hampir seluruh masyarakat di dunia. Bangsa Indonesia juga pasti bisa memperkenalkan kehebatan budaya Indonesia ke seluruh dunia karena Indonesia Hebat ^_^
I LOVE TANAH AIRKU
TERIMA KASIH INDONESIA TERCINTA
KITA GENERASI MUDA MAJU BERSAMA UNTUK INDONESIA YANG LEBIH  BAIK,  TIDAK ADA KATA TERLAMBAT !!!


TOEFL

NAME            : ANNISA NURCAYAFI
NPM               : 22209711
CLASS           : 3EB13

ENGLISH BISNIS 2

EXERCISE A
7.     W     With her purse   in her hand   ran  through the door.
   Correct Answer :  With her purse in her hand   she  ran  through the door.
   

EXERCISE B
1.    W      During the meeting  in the office  discussed the schedule.
  Correct   Answer : During the meeting  in the office   we  discussed the schedule.


TOEFL EXERCISE
1.   Mark Twain  ________ the years after the Civil War the “Gilded Age”
A.    Called (Because Called is verb Past Tense)
B.     He called (Because Double Subyek)
C.     Calling (karena bentuk continous jadi harus ada to be nya (was / were) di depan kata calling tersebut)
D.    His calls (kata ganti pemilik)
Correct Answer : A.

KETERANGAN :
Warna ungu : Preposition
Warna Hijau : Verb
     Underline : Subyek